Aku dan KAMMI

Tepat pada tanggal 13 Maret 2011 kemaren secara resmi kepengurusanku di komsat Brawijaya di demisioner. Itu berarti telah berakhir pula kepengurusanku di komsat. Ntah nanti mau dijadikan pengurus lagi ato tidak ya wallahu `alam, tapi kayaknya tidak dan sebaiknya janganlah hehehe

Aku mencoba merenung tentang diriku, tentan perjalanan hidupku termasuk aku masuk dalam dunia KAMMI sejak aku masih maba. Yah terhitung aku sudah jadi pengurus diKomsat kurang lebih 3 tahun lah. Sudah mengalami 3 kali pergantian Ketua umum , satu kali jadi presidium sidang komsat dan 3 kali ganti jabatan di pengurus. Sudah banyak yang aku lalui, sudah banyak yang aku pelajari, sudah banyak yang aku temui, tapi aku masih merasa belum banyak memberi ke KAMMI. Tapi aku tetap mencintai KAMMI.

Kembali terkuak dalam ingatan ketika awal masuk kampus Brawijaya – yang katanya kampus biru dan kampus perjuangan -,sebuah kampus yang sebenarnya aku sama sekali tidak punya mimpi akan masuk kampus ini..namun Allah memang telah mengatur perjalanan kehidupan hambaNya dengan begitu rapi dan cantiknya sehingga aku tiba di Universitas Brawijaya dan tepatnya di fakultas MIPA. Aku yang ber-latar belakang pondok Pesantren Modern (ehmm^_^) otomatis masih buta dalam beberapa hal yang berkaitan dengan keMIPAan namun dalam pemahaman tentang keislaman dan dakwah alhamdulillah sudah punya bekal. Dan tipikalku sejak di pesantren adalah suka dengan sesuatu yang bisa menyibukkanku. Dan akhirnya organisasi pertama yang aku tanyakan adalah kapan KAMMI ada open recruitmen pada seorang ikhwan yang kebetulan juga kakak tingkat. Sekalipun akhirnya pertama kali aku ikut Open Recruitmen FORKALAM, satu-satunya lembaga rohis disana. namun tetap keinginanku adalah masuk dan bergabung bersama KAMMI.

Singkat cerita aku akhirnya ikut Daurah Marhalah 1 KAMMI yang waktu itu memang gabungan beberapa kampus yaitu UB,UM,UMM,Kanjuruhan di sebuah villa di daerah Batu. Senang sekali aku waktu itu karena bisa ikut sekaligus aku berhasil mengajak temen satu kelas ku dlu waktu di Pesantren untuk juga ikut sekalipun akhirnya dia tidak bisa aktif. Menjalani daurah selama beberapa hari. Namun ada hal yang membuat aku “tertipu” waktu itu. Aku kira KAMMI itu semacam LDK, eh ternyata serupa tapi tak sama haha…ah waktu itu memang aku masih cupu (Culun Punya ..hehe..)..akhirnya semakin jatuh cintalah aku dengan KAMMI. Aku yang memang 6 tahun di Pesantren awalnya lebih memilih lebih fokus di KAMMI karena memang aku ingin cari suasana baru. kalo di LDK pasti lingkupnya sama kayak aku dipesantren hehe…

Banyak hal yang aku dapat di KAMMI. Hal-hal yang baru aku dapatkan justru di KAMMI, berbagai hal yang dulu aku pengen pelajari. Yang paling berkesan adalah ketika aku mengikuti DM 2, sebuah jenjang pengkaderan lanjutan setelah Dm 1. Luar biasa suasana ideologisasi di daurah tersebut. Namun itu sudah jauh beberapa tahun yang lalu.

Dan setelah kepengurusanku yang ketiga kalinya ini, aku kembali flashback terkait kehidupanku di KAMMI. Semua aksi yang aku lakukan, berbagai macam kepanitiaan, diskusi, menjadi penghuni komsat yang “LUARBIASA”. Itu semua menjadi sebuah pelajaran hidup bahwa diKAMMilah aku dididik untuk berjuang, di KAMMI inilah aku diajari untuk lantang menyampaikan kebenaran, di KAMMi ini aku diajari tentang arti sebuah pengorbanan, di KAMMI ini aku diajari sebuah jalan panjang,berliku namun sejatinya terang benderang yaitu DAKWAH.

Aku sadar bahwa mungkin kehadiranku di KAMMI belum tentu menjadikan KAMMI lebih baik, tapi yang aku tahu, KAMMI telah memberiku banyak hal yang bisa jadi bekal dalam perjalanan dakwahku pasca kampus. Dan memang sudah saatnya aku memberi aapa yang aku punya untuk KAMMI, karena KAMMI bagian dari dakwah. Karena aku telah mengikrarkan diri menjadi bagian dari KAMMI dan otomatis juga bagian dari dakwah. Mungkin aku bukan siapa-siapa di KAMMI, mungkin aku juga belum tahu secara menyeluruh tentang KAMMI, tapi ijinkan aku untuk terus berkontribusi agar aku bisa mengerti bagaimana KAMMI.

21 maret 2011

di Kantor DPM UB

Advertisements

6 thoughts on “Aku dan KAMMI

  1. wah siip.. btw sapa ni ketua baru yang terpilih… ? KAMMI memang mengajari banyak hal yang banyak kita tak dapat di luar, ya perbanyaklah bekal selama di kampus karena dakwah pasca kampus akan lebih kejam lagi..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s