Sejenak Menjadi Seniman (katanya)

Hal pertama yang harus diketahui adalah bacanya Mburing ato Buring,karena biasanya kalo orang jawa selalu nambahi dibelakang kata dengan kata “m” seperti kata borong jadi “mborong” haha, sudah ah, kok jadi mbahas ini (lha keluar lagi tambahan huruf “m” nya haha)

Sedikit saya perkenalkan di kota Malang ada sebuah desa yang ndueso banget, yaitu desa Buring dan disitulah letak MI Nurul Huda. Sebuah sekolah MI yang dibiayai oleh BOSDA (Bantuan Operasional Daerah), dengan segelintir murid yang sebenernya semangat tapi gak tahu kok diajak pinter susah banget (baca : sekolah) dan disini juga aku diminta untuk melatih teater Nurul Huda lagi setelah sebelumnya dilatih oleh mbah saya yaitu Mbah Jiwo. Sebenarnya sudah beberapa kali aku dilibatkan untuk pendidikan atopun sekedar melatih di MI ini. Yaitu pada saat ada MTQ tingkat kabupaten dan ketika ada acara outbond disana. Jujur dari pengalaman berinteraksi dengan merekalah yang membuat saya tertarik dengan dunia ngajar mengajar sekalipun saya bukan orang IKIP hehe

Dan untuk sekian kalinya aku diminta melatih teater tapi atas nama Teater Langit. selalu ada kesempatan untuk mengawali dan mengambil sebuah peluang. akhirnya Kami terima dan jadi deh ngajar teater di Mburing eh salah Buring 🙂

Awal Mengajar sih banyak yang bandel gitu, tapi karena saya sudah termasuk dikenal dengan beberapa murid yang ikut main teater sehingga dalam pertemuan-pertemuan berikut saya bisa mengendalikan mereka sekalipun belum 100 %.

Tapi yang menarik, setelah melatih dari sana, aku bisa FRESH!!!

Karena di sana aku bisa tertawa, melihat akting lucu mereka, ato tingkah polos mereka sekalipun bandel tapi sejenak pikiran-pikiran permasalahan kampus, kuliah hilang disana sekalipun cuma sejenak :D, setelah pulang ya ingat lagi haha

Tapi itulah anak-anak. teringat sebuah film yang ada statemen every child is special. Dan ntah secara tidak sadar, saya yang dulu sangat tidak omes melihat ato ngemong anak kecil, eh sekarang malah lumayan bisa betah berlama-lama dengan mereka. Ini juga berpengaruh pada sepupu-sepupu saya yang rata-rata masih kecil yang biasanya saya juga disuruh jaga mereka.

Dan tadi baru saja selesai untuk rekaman, tinggal editing lah. Dan jujur ini pengalaman pertama saya harus nglatih sendiri, buat naskah sendiri dan nanti juga bakalan editing SENDIRI!!! 😦

Mohon doanya lah buat adik-adik teater Nurul Huda yang akan tampil pada tanggal 18 Juni 2011 nanti.

Wa cau.

Advertisements

2 thoughts on “Sejenak Menjadi Seniman (katanya)

  1. Saya suka tulisannya, original dan jujur, saya juga respek Pakde berani ngajar Teater secara mandiri, berani dan mau mengambil resiko…

    Bahkan Mahatma Gandhi tidak tercatat punya guru!!! Ia belajar dari kehidupan, maju terus!!!

    Sayang pas pentas ngga ajak2!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s