Sejenak Menjadi Seniman (Katanya) part 2

Setelah kemaren saya posting tentang nglatih teater di MI Nurul Huda Buring, sekarang saya pengen cerita gimana kronologis perjalanan penampilan teater adek2 MI itu. Satu kalimat yang saya sangat hapal ketika membina disana baik ketika membina MTQ maupun sekarang melatih teater yaitu “Pak, saya gak usah ikut aja pak ya…” atau “sudah pak,saya gak usah ikut aja pak” ato sejenisnya yang tentunya dengan logat madura (karena sekalipun masih masuk Kota Malang, bahasa sehari2 yang mereka pake adalah bahasa madura 😀 ). Kebayang gak bilang gitu ketika H-6 jam penampilan, untung gak saya tampol tuh anak (sabar..gak boleh kasar – kasar sama anak kecil ^^v).

Singkat cerita dubbingan / rekaman selesai di edit pada pukul 8 pagi (baca : H-12 jam) dengan dibantu dan ditemani oleh pakwow dan dibelani gak tidur semalam. Herannya selama semalem sampe siang sekalipun saya tidak tidur, saya tidak ngantuk sama sekali. Mungkin saking semangatnya ya hehe..

Pagi itu juga saya langsung meluncur menuju Buring mengingat adik-adik ini belum latihan sama sekali dengan rekaman dan belum sama sekali gladi bersih padahal malem sudah harus tampil. Intinya bagaimana mereka bisa hapal naskah, hapal dubbingannya dan berani gila akting di atas panggung. Kostumnya bagaimana?sudah tidak usah dipikir, mereka pasti akan macak dewe-dewe, dengan dandanan mereka masing-masing. Saya saja sampe shok ketika melihat kostum mereka sebenarnya tidak match banget dengan peran yang seharusnya ditampilkan (jadi ketawa sendiri kalo inget hehe), tapi ya begitulah. Yang penting mereka berani akting di atas panggung itu sudah membuat saya puas.

Ketika latihan pertama, belum ada masalah. Mereka masih manut dengan apa yang saya instruksikan, sekalipun masih sering malu untuk berekspresi. Tapi gak pa pa lah. tapi ketika latihan kedua, susahnya minta ampun (-___-“). Ada saja alasanya biar mereka tidak latihan. Yang malulah karena latihannya ditonton adek kelas mereka, yang mereka malu lah kalo rekaman di setel keras-keras, dll.

Sumpah, kalo urusan ALASAN mereka jago banget!!!

Sampe akhirnya saya terpaksa mengakhiri latihan karena memang sudah tidak fokus dan mereka menjanjikan kepada saya bahwa mereka akan bisa tampil lebih baik ketika di atas panggung. Ok lah, dasarnya saya orangnya lembut dan baik hati (uhuk..) akhirnya saya merelakan mereka bubar. Tinggal aku yang semakin cemas dan gelisah membayangkan bagaimana mereka tampil nanti. Tapi sudahlah, harus yakin mereka BISA!

Akhirnya tibalah saatnya mereka untuk tampil. Teringat perkataan seorang guru disana bahwa yang penting diacara ini cuma 2 : WISUDA dan DRAMA!tambah gelisah saja diri ini.

Akhirnya mereka bisa menyelesaikan penampilan dengan baik sekalipun ada beberapa keblunderan yang mereka lakukan. Huff..sebenarnya saya malu melihat itu, tapi cukup menghibur dan bisa membuat hatiku lega. Dan akhirnya saya bersama rombongan bisa pulang ketika jam sudah menunjukkan pukul 10.30.

Dan satu lagi yang berkesan, satu hari itu saya makmur banget. Bayangin aja karena keramahan penduduknya saya sampe makan 4 kali eh eh eh eh…benar – benar mantap.

Satu lagi pengalaman seniman saya sudah saya lalui sekalipun harus berusaha keras mengatur waktu dengan kegiatan kampus.

Wa cau.

Advertisements

4 thoughts on “Sejenak Menjadi Seniman (Katanya) part 2

    1. ngajak yang saya kira bisa,eh kebetulan gak ada yang bisa bantu mbah…tapi tetep semangat…antara kewajiban,harga diri jadi ketua teater dan jiwa sosial mbah hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s