Film Favorit setiap Ramadhan : Para Pencari Tuhan

Akhirnya selesai juga nih tulisan, setelah beberapa kalo pending dan pending..keburu lupa mau nulis apa hehe

Siapa yang tidak tahu sinetron Para Pencari Tuhan? kalo belum tahu film yang disutradarai oleh Bang Deddy Mizwar (artis,sutradara yang saya kagumi) rugi banget deh karena sinetron ini hanya tayang sebulan aje dalam setahun yaitu pas bulan ramadhan. Film yang bercerita tentang kehidupan sehari-hari dengan kemasan menarik tapi tidak lepas dari nilai2 islam yang tetap disajikan dengan lembut. Sinetron yang diperankan oleh Asrul Dahlan (memerankan asrul), Agus Kuncoro (Azzam), Zaskia Adya Mecca (Aya),Deddy Mizwar (bang jack), Akri Patrio (ustadz Ferry), Annisa Suci (istri ustadz Ferry), Arta Ivano (Kalila), Jarwo Kuat (Pak Jalal), Udin Nganga (Udin) dan tidak lupa trio bajai yaitu Melky bajaj, Isa Bajaj dan Aden Bajaj dan artis-artis yang lain menyuguhkan tidak sekedar sinetron, bukan “pemaksaan film islami” ditengah bulan ramadhan seperti sinetron-sinetron yang lain. Tapi nilai, semangat, syiar islam itu kuat sekali dalam film ini dan menurut pendapatku pribadi nilai itu tidak dipaksakan, tapi dibiarkan mengalir dalam cerita. Dialog-dialog yang cerdas, analogi-analogi yang menggelitik terkait bagaimana kita memahami islam secara menarik dan kreatif dikemas dalam film ini. Luar BIASA!!!!

Saya tidak akan menceritakan bagaimana sinopsis dari sinetron 25 episode ini karena pastinya ada di web -web yang lain. Saya jujur tertarik dengan bagaimana pengemasan film ini. Seperti yang saya sampaikan diatas bahwa sinetron ini bukan sinetron yang sengaja dipaksakan karena menjelang bulan ramadhan, karena biasanya sinetron yang lain mengemas “islami” itu hanya dengan jilbab, baju taqwa, kopyah, seorang ustadz, tasbih, masjid dll tapi ternyata ceritanya tidak jauh berbeda dengan sinetron biasa yang hanya menonjolkan konflik dan cinta-cinta saja. Di sinetron Para Pencari Tuhan ini mengemas nilai-nilai keislaman itu dengan cantik. Lihat saja semisal bagaimana adegan suami istri dirumah, baik itu antara ustadz feri dan istrinya Haifa atau si Azzam dan istrinya Aya atau pak Jalal dengan istrinya. Sekalipun didalam rumah, tidak ada sama sekali adegan LEPAS JILBAB. Atau di adegan yang lain, bagaimana si Azzam melarang ibu dan istrinya untuk menjadi foto model jilbab di buku Kalila karena tidak rela kecantikannya dinikmati semua laki-laki karena istri hanya berhak dinikmati oleh suaminya sendiri dengan berbagai argumentasi yang cerdas dan menggiring pemahaman penonton agar memahami bagaimana sikap Islam dalam menyikapi kondisi seperti itu.

Jujur, setiap kalo ramadhan, film yang saya tunggu-tunggu adalah film ini. Saya jadi teringat bagaimana film Ketika Cinta Bertasbih atau film-film Kang Abik lainnya yang pengemasannya menurut hemat saya tidak jauh beda dengan film Para Pencari Tuhan. Hanya saja, kekhasan sinetron PPT ini adalah kondisinya dan situasinya INDONESIA banget! tidak hanya karena latar seting tempatnya adalah di Indonesia, tapi menyuguhkan kalo boleh saya meminjam istilah yang biasa digunakan orang-orang liberal adalah ISLAM INDONESIA. Kenapa? susah juga menjelaskannya hehe… ya paling mudahnya adalah karakter-karakternya tidak sempurna sekali bak malaikat. Selebihnya silahkan tonton sendiri (kalo videonya masih ada di youtube hehe) dan rasakan bagaimana film tersebut menyajikan syiar Islamnya.

Coba kita lihat satu per satu karakter yang ada dalam sinetron ini :

Ada Bang Jek (nama aslinya zakaria :D), takmir masjid yang bekas tukang jagal orang sapi. Selalu menjadi orang yang kelihatannya paham agama sekali, bijak, menjadi guru dari trio bajaj yang  perannya bernama chelsea, barong dan juki. Eh di episode ini, bang jek yang umurnya sudah tidak bisa dikatakan muda lagi, masih jatuh cinta dengan seorang wanita yaitu ibunya Azzam. Manusiawi banget!! dengan gayanya yang “heboh dan rame”, bang Jack dengan gigiih terus berusaha “mengambil hati” ibunya Azzam sekalipun sampe jilid ke 6 ini selesai, ibunya Azzam belum luluh juga hatinya hehe… tapi inilah gambarannya bahwa orang sealim apapun dia,tetep manusia yang bisa jatuh cinta dan berhak mengejar cintanya itu. Tapi tetep dikemas dalam bingkai yang syar`i seperti tidak masuk rumah jika Azzam tidak ada dirumah karena memang tidak boleh menerima tamu laki-laki yang bukan mahram sementara dirumah hanya ada perempuan.

Ada Ustadz Feri dan istrinya. Kehidupannya sederhana – kalo tidak mau dibilang miskin – dan orang yang paling pinter dalam urusan agama di kampung itu. Seperti masyarakat yang lain, masalah yang dihadapi adalah masalah ekonomi. Dan dalam ceritanya, adakalanya ustadz feri ini mengeluh karena masalah ekonomi ini, dan biasanya yang jadi penguat adalah istrinya yang selalu mengingatkan agar tetap bersyukur dan berprasangka baik kepada Allah. Di jilid sebelumnya pernah ustadz feri ditawarin ceramah ditelevisi tapi si istri tidak setuju, eh kebalikannya, si istri yang ditawari yang akhirnya dilepas juga oleh Haifa karena ustadz feri tidak merestui. Jika kita lihat maka tampak sosok ustadz bukan ustadz yang luar biasa sempurna. Dia manusia yang pasti pernah juga jatuh, mengeluh dll. Disini ada 2 pelajaran : pelajaran tentang bagaimana istri dan suami itu saling mengisi dan mengingatkan dalam kebaikan dan juga pelajaran bahwa tidak apa2 jatuh tapi kemudian bangkit lagi dan bertobat.

Ada Pak jalal dengan istrinya sekaligus tambahan karakter yang bikin ngakak adalah si Pembantu yang suka sama pak jalal dan membuat Istrinya selalu waspada 😀 . Oh  iya, karakter ini cocok disandingkan dengan si Asrul dan Udin. Dalam ceritanya, mereka inilah yang menggambarkan kondisi bahwa tidak selalu kondisi kita ada di atas. Kadang kala kita harus jatuh ke bawah agar terus berusaha untuk mencapai atas lagi. Ini dialami oleh pak jalal, yang jatuh miskin, sekalinya dapet uang 800 juta eh malah di curi orang. Begitu juga dengan Asrul yang awalnya berkecukupan, setelah beliau pulang haji malah kena musibah warungnya bangkrut dan kembali jatuh miskin. Kalo si udin ini sahabat ASrul yang nyebelin banget deh. Dia yang akhirnya menyimpan uang 800 juta yang sebenrnya milik pak jalal, tapi dia bersikeras untuk meminjam uangnya utk membantu masyarakat kampung asal dikembalikan dengan jumlah yang sama ketika meminjam, tidak peduli itu haknya atau tidak.

Dan terakhir adalah tokoh trio Pengurus RW (Pak Idrus, Pak Yos dan Pak hakim) yang selalu mencari proyekan untuk keuntungan mereka sendiri tanpa memikirkan bagaimana kondisi masyarakat kampungnya. Dan ini diperparah dengan kondisi kampung yang lagi DEMAM FACEBOOK!! sampe-sampe ustadz feri ikutan stres gara-gara fenomena itu hehe

Semua karakter dan kondisi masyarakat tadi menurutku sangat sesuai dengan kondisi MANUSIA INDONESIA. Berbeda dengan novel dan film Ayat-Ayat cinta semisal yang membuat tokohnya sempurna tanpa cacat sehingga agak aneh ketika di bandingkan dengan realita kondisi masyarakat INDONESIA. Dan sekali lagi, nilai-nilai ajaran islam itu tidak dibawakan dalam adegan ceramah agama saja, bahkan lebih banyak dibawakan dalam bentuk dialog sehari-hari, rapat, ketika kerja atau adegan yang lain. Ini yang menjadikan menurutku pembawaan ajaran islamnya tidak vulgar. Tapi halus dan menggiring pemikiran penonton untuk memahami bagaimana Islam menyelesaikan permasalahan seperti ini dan itu.

Jarang-jarang lho ada sinetron seperti ini. Tidak melulu berisi cinta remaja, pacaran atau bahkan horor-horor yang gak jelas. Jadi aku nobatkan sinetron ini menjadi sinetron PALING KEREN selama bulan ramadhan…beri applause yang meriah…

plok…plok…plok…plok…plok…plok… 😀

Mudah2an bisa dipertemukan dengan Ramadhan tahun depan dan mudah2an tetep ada film PPT jilid ke 7 😀

Amiinnn…

Wa Cau.

Advertisements

4 thoughts on “Film Favorit setiap Ramadhan : Para Pencari Tuhan

  1. aku malah ga suka peran Aya. terlalu ‘sadis’ ke suami. nyelekit omongannya, bahkan pernah dengan sengaja bikin sayur ga enak ke suaminya cuma buat ngetes suaminya bakal bilang apa. Kasian Azzam juga. untung Azzam orangnya sabar meskipun kelemahan Azzam itu kalo masalah interaksinya dengan perempuan lain dan bikin Aya cemburu ga karuan.

      1. bukan masalah rempongnya kak. itu sih udah masuk tataran istri kurang ajar ke suaminya sendiri. itu sih hasil obrolanku ma temen-temen akhawat kostan pas sahur, haha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s