Masa Depan Itu Terus Mendekat

Kali ini saya akan menulis tentang sesuatu yang agak serius, berbicara tentang MASA DEPAN. Tapi seperti biasa, aku akan memakai sudut pandang yang berbeda dari kebanyakan orang.

Berbicara tentang masa depan, maka bayangan dibenak kita mungkin sesuatu hal yang terus kita kejar untuk meraihnya atau sesuatu hal yang menjadi motivasi kita hidup atau berkaitan dengan mimpi-mimpi kita.

Berbicara tentang masa depan, mungkin yang terbayang dalam benak kita adalah pendidikan yang tinggi, rumah yang besar, mobil mewah, istri yang cantik, kaya dan sholihah (kalo ini aku juga mau hehe ^^v) atau suami yang sholih, ganteng dan berpenghasilan tetap dan besar, atau kebalikan dari semua itu, tentang rumah yang sejuk dan nyaman di pedesaan atau semua hal yang selalu kita impi-impikan selama ini.

Tapi sadarkah kita bahwa ada satu MASA DEPAN yang pasti terjadi, semua orang pasti mengalami, bahkan hewan, tumbuhan, jin juga mengalami?? Sadarkah kita kawan bahwa ada satu Masa Depan yang kita tidak akan pernah bisa mengelaknya? Sadarkah kita bahwa ada satu MASA DEPAN yang selalu mendekati kita setiap kita merayakan ulang tahun? ya, MASA DEPAN itu adalah KEMATIAN!

Jangan horor dulu kalo baca tentang kematian yah 😀

Jujur tulisan ini terinspirasi dari 2 kejadian kematian yang saya ketahui, satu diantaranya adalah kematian dari seorang adik kelas aku waktu di Pesantren Persis Bangil dan

ternyata juga kuliah di Malang yaitu Ridok Aremania (aku ingetnya nama dia di FB.) dan satunya lagi adalah kematian tetangga saya yang dia adalah seorang guru. Untuk yang kematian tetanggaku ini aku mengikuti hingga proses pemakaman dilakukan. Mungkin yang terbenak di pikiran kita tentang kematian adalah kesedihan mendalam karena ditinggal orang yang kita cintai. Namun pernah kah kita memikirkan sebentar saja, bagaimana persiapan kita untuk menghadapi MASA DEPAN itu?

Aku benar-benar kaget dan shock mendengar adek kelasku itu meninggal dunia karena kecelakaan padahal 1 bulan sebelumnya kami masih sempet ketemu dan ngobrol terkait keberlangsungan HIMAPERSIS JATIM karena dia sekum yang juga baru diangkat. Dan dia secara umur masih relatif lebih muda daripada aku. Dan yang lebih membuat aku terpaku lagi ketika mendapat kabar bahwa dia sudah meninggal adalah dia meninggal diusia yang relatif muda. Mungkin bagi para pembaca, hal itu adalah biasa-biasa saja. Tapi tidak denganku. Buatku ini adalah sebuah kabar peringatan bahwa kematian itu bisa langsung menjemput kita tanpa kita ketahui kapan dan dalam keadaan apa kita meninggal. Sekali lagi, pernah kita memikirkan MASA DEPAN yang satu ini?

Dalam sebuah hadits disampaikan bahwa ketika kita lahir maka sudah ditentukan 4 hal : jodoh, batas umur (ajal), rizki dan nasib kita. Maka hanya Allahlah yang tahu kapan kita meninggal dan dalam keadaan apa kita meninggal, su`ul khotimah atau khusnul khotimah. Sekali lagi HANYA ALLAH yang tahu tentang ketentuan itu sedang kita tidak pernah tahu dan sebaiknya memang tidak usah tahu. Setiap ulang tahun, kita selalu rayakan dengan meriah, tapi sadarkah kita bahwa dengan setiap ulang tahun itu juga berarti Masa Depan itu terus mendekati kita secara perlahan-lahan?

Sungguh, berita kematian 2 orang yang seperti aku ceritakan di atas membuat aku merenung kembali, ketika aku mati sekarang, apa yang bisa aku persembahkan kepada Allah nanti? Karena kematian ini tidak pandang bulu, tidak ada tawar menawar dan tidak ada toleransi. Bisa jadi setelah menulis tulisan ini Allah langsung mencabut nyawaku atau mencabut nyawa siapapun yang Dia Kehendaki. Oleh karena itu Allah menunjukkan petunjuknya agar senantiasa mempersiapkan masa depan kita yang pasti datang itu. Bahkan Imam Ghazali pernah menyampaikan bahwa orang yang mengingat kematian adalah orang yang cerdas. Mungkin karena dia selalu memikirkan, mempersiapkan yang terbaik untuk menyambut kematian yang sewaktu-waktu bisa mendatangi kita.

Dari sini, aku sampaikan innalillahi wa inna ilaihi rojiun, selamat jalan kawanku Ridok, semoga Allah memudahkanmu melewati masa-masa di dalam kubur dan berkenan memberimu AmpunanNya yang tiada terkira.

Wa Cau.

Advertisements

3 thoughts on “Masa Depan Itu Terus Mendekat

  1. mas, itu (alm) ridok meninggalnya kapan e? aku malah baru tau dia meninggal gara2 baca blogmu mas., pantesan tak cari FBnya udah g aktif.,
    aku nyesel baru nyari dia sekarang…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s