Lawan Terakhir adalah Diri Sendiri

“Lawan terakhir yang harus kamu hadapi dalam hidup ini bukanlah orang-orang jahat, atau orang lain, melainkan diri mu sendiri”

mengalahkan-diri-sendiri

Pernahkah kamu menonton film SPIDERMAN 3 ??? atau film yang baru – baru ini heboh karena muncul sekuel ketiganya yaitu IRON MAN 3?? atau nonton “sinetron jaman dulu” yang diputar setiap hari pada jam 21.00 di MNC TV, yaitu Raden Kian Santang?? Kalo pernah semua, maka kalian beruntung karena tulisan ini aku ambil setelah menonton 3 film tersebut.

Mari sedikit kita bedah masing – masing film. Spiderman 3 mengisahkan si Peter Parker, pemuda yang menjadi pahlawan karena anugerah kekuatan yang menyerupai laba – laba, “disusupi” alien yang malah membangkitkan sisi gelap dari peter parker yang pada waktu itu secara tidak sengaja bertemu dengan seorang tawanan yang dia anggap menjadi pembunuh dari paman yang sangat disayanginya. Karena sisi gelap yang lebih menonjol membuat seragam resmi Spiderman yang awalnya merah biru malah menjadi hitam pekat dan sifat egois dari spiderman lebih mendominasi. Lalu film yang kedua, IRON MAN 3, mengisahkan Tony Stark yang mengalami trauma bahwa dia tidak sekuat lawan – lawannya sehingga dia tidak bisa tidur dan terus berusaha keras menciptakan inovasi – inovasi baru. Bahkan trauma ini bisa datang sewaktu – waktu yang membuat  si IRON MAN hanya bisa terdiam, gemetar tidak bisa melakukan apa – apa. Dan yang terakhir ini aku ambil dari salah satu episode dari Raden Kian Santang yang menceritakan seorang raja di sebuah kerajaan PAJAJARAN yaitu Prabu Siliwangi. Prabu Siliwangi ini raja yang hebat luar biasa sehingga tidak ada musuhnya yang bisa mengalahkan beliau. Suatu saat salah satu jurus Prabu Siliwangi ini adalah “membelah diri”, sehingga dia bisa membuat duplikat dari dirinya sendiri, yang pada akhirnya duplikat itu tidak mau kembali ke jati diri yang sebenarnya malah ingin berdiri sendiri.

Dari film – film tersebut, ada satu benang merah yaitu semua tokoh merupakan tokoh yang memiliki kekuatan yang luar biasa sehingga mampu mengalahkan semua lawannya. Namun pada akhirnya lawan yang terakhir yang harus dihadapi pada setiap sekuel super hero adalah melawan dirinya sendiri. Spiderman ketika disusupi alien, Iron Man yang melawan trauma yang dialaminya dan Prabu Siliwangi yang melawan duplikat dirinya sendiri yang diciptakan dari jurusnya sendiri.

Siapa yang menyangka bahwa lawan terberat kita adalah diri kita. Sekalipun dalam kehidupan nyata, lawan itu adalah kemalasan, keegoisan, kesombongan dan berbagai sifat yang jelek yang harus kita singkirkan dalam diri kita. Maka benarlah sebuah hadits yang menjelaskan bahwa sebaik – baik jihad adalah jihad melawan hawa nafsu. Sekalipun ke sohih-an hadits ini masih dipertanyakan, tapi secara pesan ada benarnya. Bahwa mungkin kita mampu menghajar para penjahat, kita berani lantang berbicara menyampaikan kebenaran, tapi kadang kita tidak sadar bahwa kita tidak mampu melawan kesombongan, melawan sifat meremehkan orang lain, dll yang datangnya justru dari diri kita sendiri.

Itulah kenapa teguran Allah sangat keras dalam surat As-Shaf ayat 3 yang artinya “Dosa yang besar disisi Allah untuk orang – orang yang tidak melakukan apa yang kita katakan”. Allah dengan keras menegur dengan memberi ganjaran dosa besar bagi orang yang sebenarnya tidak mampu melawan sifat maksiat yang ada dalam dirinya, padahal disisi lain dia selalu lantang menyampaikan kebenaran.

Maka kita perlu hati –  hati dengan sifat – sifat tidak baik yang sangat mungkin muncul dalam diri kita secara tidak sadar. Sifat riya, tidak ikhlas, sombong, meremehkan orang lain dll muncul secara “wajar” karena sering kali tidak kita sadari. Maka benarlah sabda Rasulullah : Dari Abu Hurairah r.a berkata, Rasululullah saw. bersabda, “Perbaharuilah iman kalian.” para sahabat bertanya, “Bagaimana cara memperbaharui iman kami, ya Rasulullah?” Rasulullah saw. bersabda, “Perbanyaklah ucapan ‘laa ilaaha illallaah.” (Hr. Bukhari)
Memperbaharui iman kita selalu agar bisa menambal dosa – dosa atau sikap – sikap yang secara tidak sadar membuat kita keluar dari agama Islam ini.

Wa Cau.

Advertisements

One thought on “Lawan Terakhir adalah Diri Sendiri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s